Hadits Motivasi; Hidup Harus Punya Tujuan dan Nilai

Renungan kisah

Nabi Shallallahu alaihi wasallam bersabda:

خَيْرُ النَّاسِ أَنْفَعُهُمْ لِلنَّاسِ

“Sebaik-baik manusia adalah yang paling bermanfaat bagi manusia.”
(HR. Ath-Thabrani dalam al-Mu’jam al-Kabir, no. 5786; dinilai hasan oleh Syaikh Al-Albani)

Hadis ini menegaskan bahwa nilai kemuliaan seseorang di sisi Allah tidak diukur dari status, harta, atau kedudukan, tetapi dari seberapa besar manfaat yang ia berikan kepada orang lain.

Manfaat di sini bersifat luas dan menyeluruh, meliputi: Manfaat agama (mengajarkan ilmu, dakwah, nasihat), Manfaat sosial (menolong, memudahkan urusan orang), Manfaat ekonomi (memberi nafkah, membuka lapangan kerja), Manfaat moral dan spiritual (memberi keteladanan, akhlak mulia).

Dengan demikian, hadis ini meletakkan tujuan hidup seorang muslim: hidup untuk memberi, bukan sekadar menikmati.

Dalam Al-Qur’an disebutkan:

a. Manusia Diciptakan untuk Memberi Nilai Ibadah
Allah Subhanahu wata’ala berfirman:
وَمَا خَلَقْتُ الْجِنَّ وَالْإِنْسَ إِلَّا لِيَعْبُدُونِ
“Aku tidak menciptakan jin dan manusia melainkan agar mereka beribadah kepada-Ku.” (QS. Adz-Dzariyat: 56)
📌 Korelasinya adalah bahwa Ibadah dalam Islam tidak hanya ritual, tetapi juga ibadah sosial yang memberi manfaat kepada sesama.

b. Perintah Berlomba dalam Kebaikan
Allah Subhanahu wata’ala berfirman:
فَاسْتَبِقُوا الْخَيْرَاتِ
“Maka berlomba-lombalah kamu dalam kebaikan.” (QS. Al-Baqarah: 148)
📌 Ayat diats bermakna: Kebaikan yang paling utama adalah kebaikan yang berdampak bagi orang lain, sebagaimana ditegaskan dalam hadis di atas.

c. Ciri Orang Beriman Sejati
Allah Subhanahu wata’ala berfirman:
وَيُؤْثِرُونَ عَلَىٰ أَنْفُسِهِمْ وَلَوْ كَانَ بِهِمْ خَصَاصَةٌ
“Mereka mengutamakan orang lain atas diri mereka sendiri, meskipun mereka dalam keadaan membutuhkan.” (QS. Al-Hasyr: 9)
📌 Ayat diatas bermakna: Orang beriman tidak hidup egois. Ia menjadikan hidupnya sarana untuk menolong dan memberi manfaat.

Dalam hadis Nabi lainnnya juga disebutkan:

a. Mukmin yang Dicintai Allah
Nabi shallallahu alaihi wasallam bersabda:
وَاللَّهُ فِي عَوْنِ الْعَبْدِ مَا كَانَ الْعَبْدُ فِي عَوْنِ أَخِيهِ
“Allah senantiasa menolong seorang hamba selama hamba itu menolong saudaranya.” (HR. Muslim, no. 2699) ➡️ Semakin besar manfaat yang kita berikan, semakin besar pertolongan Allah kepada kita.

b. Ukuran Kesempurnaan Iman
Nabi shallallahu alaihi wasallam bersabda:
لَا يُؤْمِنُ أَحَدُكُمْ حَتَّىٰ يُحِبَّ لِأَخِيهِ مَا يُحِبُّ لِنَفْسِهِ
“Tidak sempurna iman salah seorang dari kalian sampai ia mencintai saudaranya sebagaimana ia mencintai dirinya sendiri.” (HR. Bukhari no. 13; Muslim no. 45) ➡️ Cinta sejati dalam iman melahirkan kepedulian dan manfaat nyata.

Kisah Inspiratif: Umar bin Khattab r.a., seorang khalifah besar, tidak merasa mulia dengan jabatannya, tetapi justru merasa bertanggung jawab untuk memberi manfaat. Suatu malam, Umar memikul gandum di punggungnya untuk seorang janda dan anak-anak yatim. Ketika ditanya, “Mengapa engkau tidak menyuruh pelayan?” Umar menjawab: “Apakah pelayanku akan memikul dosaku di hari kiamat?”

📌 Pelajarannya adalah: Orang besar dalam Islam adalah orang yang paling besar manfaatnya, bukan yang paling tinggi kedudukannya.

Hikmah dan Nasihat Para Ulama
a. Imam An-Nawawi Rahimahullah berkata:
إِنَّ فَضْلَ الإِنْسَانِ وَقَدْرَهُ بِقَدْرِ نَفْعِهِ لِعِبَادِ اللَّهِ
“Hakikat keutamaan seseorang terletak pada sejauh mana ia memberi manfaat kepada hamba-hamba Allah.”
➡️ Ukuran kemuliaan bukan popularitas, tapi kontribusi.

b. Syaikh Ibn Taimiyah Rahimahullah berkata:
أَحَبُّ النَّاسِ إِلَى اللَّهِ أَنْفَعُهُمْ لِخَلْقِهِ
“Manusia yang paling dicintai Allah adalah yang paling bermanfaat bagi makhluk-Nya.” (Majmu’ al-Fatawa)
➡️ Manfaat sosial adalah jalan tercepat menuju cinta Allah.

c. Hasan Al-Bashri Rahimahullah berkata:
إِنَّمَا هَذِهِ الدُّنْيَا أَمَانَةٌ، فَطُوبَىٰ لِمَنْ جَعَلَهَا سَبِيلًا لِلنَّفْعِ، لَا مَحَلًّا لِلشَّهَوَاتِ
“Sesungguhnya dunia ini hanyalah titipan. Maka beruntunglah orang yang menjadikannya sarana memberi manfaat, bukan sekadar tempat bersenang-senang.”

Hikmah dan Pelajaran Hidup:
1. Hidup tanpa manfaat adalah hidup yang merugi
2. Tujuan hidup seorang muslim adalah menjadi solusi, bukan beban
3. Kebaikan sekecil apa pun, jika bermanfaat, bernilai besar di sisi Allah
4. Amal sosial adalah investasi akhirat yang tidak pernah rugi
5. Semakin besar manfaat, semakin besar pula keberkahan hidup

Penutup (Kalimat Motivasi Islami)
لَيْسَتِ الْحَيَاةُ بِطُولِهَا، وَلَكِنْ بِمَا نَتْرُكُهُ فِيهَا مِنْ نَفْعٍ وَأَثَرٍ
Hidup bukan tentang seberapa lama kita hidup, tetapi seberapa besar manfaat yang kita tinggalkan.
Karena sebaik-baik manusia bukan yang paling banyak memiliki,
melainkan yang paling banyak memberi.